“fiuh….”, untuk kesekian kalinya danu menghembuskan nafas jenuhnya…
entah mengapa semua orang seakan memandang aneh kepada danu, seakan-akan baru bertemu manusia dari luar angkasa yang seharusnya tidak berada didekat mereka, memang ada juga beberapa orang yang berbaik hati mengajaknya bicara, namun tetap saja danu merasakan aura tak ikhlas disana, entahlah..
“apa ya yang salah?”, pertanyaan itu tersirat lagi..
Memang secaraa sadar danu merasa bahwa dirinya bukan orang yang cukup peka dan mampu untuk mengerti setiap dinamika yang terjadi disekitarnya, meskipun ia termasuk orang yang melankolis..bukan berarti dia selalu mengerti apa saja yang dipikirkan orang lain terhadap dirinya.
“apa gara-gara itu?, apa karena ini? Apa memang bgitu?”, segala pertanyaan dilontarkan pada dirinya sendiri, danu terus mecoba menemukan beberapa sebab utama yang dirunutkannya berdasarkan sekuen waktu dan hubungannya dengan kehidupan sosial disekitarnya saat ini.
….
“apa iya karena itu? Ketika aku datang padanya disaat yang tidak tepat..”, danu akhirnya sedikit demi sedikit bisa meruncingkan segala alasan-alasan yang ia temukan dalam benaknya sendiri, sampai pada akhirnya memuncak menjadi sebuah pertanyaan sederhana
“apa salah ketika perasaan itu datang padaku dan itu ditujukan padanya?”,
sebuah pertanyaan yang danu pun tak sanggup menjawabnya, karena sepenuhnya sadar bahwa ia datang terlambat dan tak bisa berharap banyak. Danu yang kini memendam perasaan itu, hanya bisa mencoba hadapi kenyataan bahwa dirinya cuma bisa menunggu..hingga saatnya nanti,
ketika hati sudah memilih.


Trus?
Mau nunggu sampai kapan?
Menunggu adalah pekerjaan paling membosankan sedunia.
Apalagi menunggu tanpa kepastian, was-was, dag-dig-dug, dug dug dug…
By: dnial on May 15, 2007
at 1:23 am
Makanya jangan nunggu, make the move dong :p
Selama janur kuning belum melengkung, semua bisa terjadi. Hati tidak bisa dipaksakan, tapi bisa diusahakan. Cinta ditolak, dukun bertindak. Yosh!
By: hendrawan on May 22, 2007
at 5:39 am
#dnial:
iya, emg menunggu itu ngga pernah bikin hati lega, yang terjadi malah bikin hati ngga tenang, akhirnya malah ragu2..
#hendrawan:
yup, ceritanya emg mestinya dilanjutin sampe smuanya jelas, tapi penulis ingin pembaca saja yang menyelesaikan sendiri akhir ceritanya, mau dibuat happy ending boleh, sad ending juga boleh. skalian biar pembaca sndiri yg bisa memikirkan kira2 langkah selanjutnya bagaimana.
By: Rianto Utomo on May 22, 2007
at 9:46 am
Hmm,, suka sama orang,,?? seru ya,,
tapi kadang kadang ga terlalu seru,, agak capek, agak sedih, agak mangkel, agak bete,, banyak agak-agak yang lain,,
berjuang!
By: Rizma Adlia on May 26, 2007
at 11:36 am