kemarin browsing2, iseng nyari tutorial efek di photoshop…eh nemu efek keren namanya advanced-glow-effects, akhirnya iseng bikin gambar buat unrage sama the place, tadaa..biarpun rada aneh tp gpp, ketimbang bosen pake image header asli bawaannya wordpress ![]()
nih glow-nya unrage:
![]()
Archive Page 2
nemu teknik efek photoshop keren
Published October 26, 2007 sepotong cerita dari dunia 15 CommentsTags: photoshop, urek2
sejak pertama kukenali dirimu
kumerasa engkaulah belahan jiwa
tapi akhirnya kusesali dirimu
sebelumnya kau telah terikat janji dengannyakamu bukan kekasihku
namun berikan segalanya
aku merasa turut bersalah
ganggu cintamu dan cintanyakau hadir dalam mimpiku
saat kau ada dengannya
aku terluka, mungkin harusnya
di akhiri semua ini
biarkan ku sendiridan kau berkata terasa lebih indah
bila aku selalu ada dekatmu
tapi benarkah semua ada artinya
bila nantinya tak pernah miliki seutuhnyasaat ku menjauh
sungguhnya ku rindu padamu
Kamu Bukan Kekasihku - Yovie & The Nuno
Salah satu lagu di album Kemenangan Cinta punyanya Yovie & The Nuno ini lirik lagunya rada-rada ‘nyindir’, mas Yovie emang jago kalau bikin karya lagu, dengan lirik yang sederhana trus di mix dengan irama yang pas jadilah sebuah lagu yang mengena di telinga terlebih di hati pendengarnya, khususnya aku
Great!!
“fiuh….”, untuk kesekian kalinya danu menghembuskan nafas jenuhnya…
entah mengapa semua orang seakan memandang aneh kepada danu, seakan-akan baru bertemu manusia dari luar angkasa yang seharusnya tidak berada didekat mereka, memang ada juga beberapa orang yang berbaik hati mengajaknya bicara, namun tetap saja danu merasakan aura tak ikhlas disana, entahlah..
“apa ya yang salah?”, pertanyaan itu tersirat lagi..
Memang secaraa sadar danu merasa bahwa dirinya bukan orang yang cukup peka dan mampu untuk mengerti setiap dinamika yang terjadi disekitarnya, meskipun ia termasuk orang yang melankolis..bukan berarti dia selalu mengerti apa saja yang dipikirkan orang lain terhadap dirinya.
“apa gara-gara itu?, apa karena ini? Apa memang bgitu?”, segala pertanyaan dilontarkan pada dirinya sendiri, danu terus mecoba menemukan beberapa sebab utama yang dirunutkannya berdasarkan sekuen waktu dan hubungannya dengan kehidupan sosial disekitarnya saat ini.
….
“apa iya karena itu? Ketika aku datang padanya disaat yang tidak tepat..”, danu akhirnya sedikit demi sedikit bisa meruncingkan segala alasan-alasan yang ia temukan dalam benaknya sendiri, sampai pada akhirnya memuncak menjadi sebuah pertanyaan sederhana
“apa salah ketika perasaan itu datang padaku dan itu ditujukan padanya?”,
sebuah pertanyaan yang danu pun tak sanggup menjawabnya, karena sepenuhnya sadar bahwa ia datang terlambat dan tak bisa berharap banyak. Danu yang kini memendam perasaan itu, hanya bisa mencoba hadapi kenyataan bahwa dirinya cuma bisa menunggu..hingga saatnya nanti,
ketika hati sudah memilih.
…siang yang panas,
di LP,
mw gaim-an ngga ada ‘orangnya’ ; ![]()
alhasil bengong ngliatin peserta UTS BDL yang tinggal beberapa ekor (shift terakhir soale)
“mas, koneksinya kemana?”
“mas, databasenya ngga bisa connect..”
“mas, kok ngga bisa kluar yg di kanan2 itu (SQL Worksheet -red)”
“mas, kok ngga ada errornya?” -?!-
“mas, jawabane mana?” -hagh??-
dan sgala mas2 yang lain, padahal asline aku yo lebih muda (’alah), cm gara2 ada stempel asisten kali ya..? ato gara2 emg aku kliatan tua?
-hweee..
-
sambil menghitung waktu yang terus berjalan,
sepertinya di GOR ada yg nungguin aku..(gayane..koyok artis ae.. B) , ga2..mw badminton kok)
beberapa menit lagi..
dan,
selesai ![]()
…siang itu, ketika matahari sedang asyik mencurahkan cahayanya, keringatku perlahan mulai bercucuran dan semakin mendekatkanku pada kondisi yang tidak nyaman, namun untungnya disediakan ruangan kecil yang bisa sedikit hindarkan kepalaku langsung dari panasnya matahari, walaupun sebenarnya kondisinya tetap tak jauh berbeda karena beberapa menit kemudian datang seorang anak muda bertubuh keceng didepanku yang seakan tidak sadar bahwa ia sedang melepaskan sedikit demi sedikit waktunya di dunia bersama setiap kepulan asap rokok yang dihembuskannya,
“mas..mas.., kalo siang begini disini itu memang sering berkabut ya?”, sambil celingukan tanpa sadar kalau aku baru saja mengibarkan bendera peperangan di area itu,
huff…andai saja aku bisa berceletuk seperti itu kalau saja tidak datang seseorang yang bertubuh besar berkulit hitam ikut ‘bunuh diri’ bersama anak muda barusan,
beberapa saat berlalu…
…dan aku masih disitu,
bersama ‘kabut’ yang memutih..
bersama penat yang mendayu..
dan pada saat-saat itulah dia datang, menyigapkan pandanganku, menggetarkan pikiranku dan membuatku lupa akan dia yang dulu.. perawakannya begitu proporsional, langsing..namun justru itulah yang membuatnya cantik dengan segala keindahannya..
“ah, andai saja dia milikku..”
lantas tiba-tiba seorang lelaki muda mengajaknya keatas stage dengan sigapnya, dan tanpa basa-basi ia pun langsung mengusapnya, membelainya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang bak di dunia hanya miliknya sendiri dan tidak ada yang melihatnya, setiap lekuk tubuh tak luput dari jamahannya, ia pun sesekali tertawa bersama rekannya yang juga berbuat hal yang sama tepat disebelahnya, namun aku..cuma bisa melihat dan berangan-angan, “fiuhh…”
dan beberapa saat kemudian…air mengalir disela lantai bersama busa-busa sabun yang terbuang, gemericik air terdengar begitu lembut ketika menyentuh tubuhnya, mengalir disela bentuk keindahannya sehingga terlihat jelas kecantikan asli seluruh tubuhnya, namun ku hanya bisa memandanginya dari kejauhan, keinginanku untuk memilikinya semakin dalam, membuat hati ini berkecamuk…
…miris,
“sudah mas..”, lelaki itu datang dan membuyarkan pandanganku yang sedari tadi tak bergeming sedikitpun..,
“berapa?”, tanyaku sambil merogoh kocek..
“lima ribu”, ucapnya datar.
kemudian akupun segera meninggalkan tempat itu dengan masih menyimpan keinginan hati yang kan tersimpan sampai nanti ketika aku melihat keindahannya lagi.
..Satria F150 Black-Orange Strip Edition.
——————————————————————
di sebuah tempat cuci motor di daerah semolowaru (surabaya)
…beberapa rintik hujan mulai turun membasahi kaca bus kota yang sedari tadi membawaku menuju sebuah daerah di pusat Jakarta, “kalau mendungnya bgini ngga bakal deres kyknya..”, pikirku sambil melihat awan tidak begitu kelabu…
……………….
“abang pulang dulu ya din”, namun dina masih tetap diam, wajahnya yang pucat membuatku semakin tak tega meninggalkannya sendiri. Semenjak Mada masuk jeruji besi kehidupan Dina mungkin bisa kubilang berubah drastis, Dina yang dulu kukagumi karena supelnya kini tak lagi rajin bercerita, bahkan tersenyum pun rasanya terlihat berat sekali, keseharianya hanya dihabiskan dengan terdiam melamun, dan kini ia harus terbaring di rumah sakit ketika kondisi kesehatannya semakin menurun akibat penyakit radang lambung yang dideritanya karena sering telat bahkan tidak makan seharian. masih teringat jelas dibenakku Dina yang dulu begitu riangnya, membawakanku racauan-racauan lucunya yang sering membuatku tersenyum sendiri ketika mengingatnya, yang membuat hidupku damai karena tenangnya, dan yang membuatku kuat karena smangatnya…
Terdengar pintu kamar terbuka menghentikan memoriku tentangnya, seorang suster masuk membawa beberapa botol infus sambil mengingatkanku bahwa jam besuk sudah habis, “iya suster..” jawabku. Beberapa saat sebelum keluar dari pintu kamar aku pun masih sempat melihat wajah Dina yang tak bergeming sedikitpun, seakan tak pernah menyadari hadirku disana.
……
..
Masih teringat kisahku dulu dengannya..perjodohan itu, dan semua harapan yang pernah tertanam, ketika akhirnya akupun menerima sgala yang terbaik bagiku dan baginya, dimana sedikit lagi kan kuucapkan ikrar tuk bersama hingga kapanpun nanti, namun kini semua itu menghilang terselimuti sebuah tanda tanya besar,
“kenapa harus Dina?”
…perlahan seuntai tangan lembut menggamit lenganku dan menyandarkan kepalanya dipundakku,
seorang wanita yang takkan pernah pergi dari kehidupanku..
seorang wanita yang kan sejukkan hatiku sebening embun pagi yang menetes diantara dedaunan..
seorang wanita yang kan hangatkanku dikala rembulan hembuskan malam dinginnya untukku..
bukan Dina, namun wanita istimewa yang takkan mampu kutuliskan dalam ceritaku..
…..
bus kota pun terus melaju tanpa henti dibawah derasnya guyuran air hujan, dan aku segera bersiap tatkala kernet bus kota bernomor 44 mengingatkanku dengan teriakannya “siap-siap yang karet*)!!”
[END]
————————————
*)karet: TPU di Jakarta Pusat
Dikembangkan dari mimpi seorang ibu.
Jika ada kesamaan nama, tokoh dan tempat, itu hanya kreatvitas penulis belaka.
…ya mungkin memang sudah sewajarnya ia terlihat dewasa, karena umurnya setahun lebih tua dari umurku..
akupun baru sadar apa yang membuat bapak menanyakan pendapatku tentang apabila pada suatu saat nanti aku mempunyai seorang pasangan yang umurnya lebih tua dariku, saat itu aku juga bingung, kok tumben bapak menanyakan hal-hal seperti ini padaku, padahal setahuku bapak sangat tidak menyarankanku untuk hal yang satu itu, aku pun menjawab “ya tergantung orangnya juga pak, mau lebih tua atau lebih muda asalkan dia bisa menghargai dan dewasa menyikapi perbedaan itu ya ngga jadi masalah”, bapak pun tersenyum kecil. kemudian sekarang aku pun dihadapkan pada pilihan itu, pilihan yang pada awalnya aku anggap biasa ternyata tidak semudah bayanganku, rasanya sulit sekali mengatakan “aku belum bisa pak..”,
beberapa minggu berlalu dan aku pun semakin mengenal Dina lebih jauh, dan ternyata bukan hanya aku saja yang keberatan mengenai masalah ini, namun ia juga begitu dan bahkan bebannya lebih berat ketimbang bebanku karena ia sudah lebih dulu mengenal mada, yaitu laki-laki yang sudah menjalin hubungan dengannya selama kurang lebih 5 tahun, sebuah waktu yang cukup lama dan sangat disayangkan apabila harus terhenti dengan 1 alasan.
…..
..
“kmu ngga apa-apa kan na?” tanyaku sambil menyodorkan tissue ketika kulihat lelehan air matanya turun begitu cepat,
“kenapa mesti gini ya bang?, kenapa mas Mada ngga pernah terus terang ke dina?, kenapa mas Mada bisa setega itu ke dina?, rentetan pertanyaan itu tak sanggup kujawab, “yang sabar ya na, coba diambil hikmahnya saja”, kataku pelan.
Terkadang kenyataan itu memang pahit, namun kalaupun itu bisa memberi kita pelajaran yang terbaik kenapa tidak?
(tepat 1 hari setelah mada divonis 15 tahun atas kasus peredaran ganja dan shabu-shabu)
…..
..
(to be cont’d)







obrolan yang lagi 'in'..