ketika aku ingin…

…”ciiiiitt…” suara gesekan ban mobil yang diadu dengan lantai parkir sebuah mall perbelanjaan pun berdecit dengan garingnya, “bangsat!!! tuh orang kagak pernah ikut kursus parkir kali ya!” bino pun memaki sambil dengan mantapnya mengacungkan jari tengahnya ke mobil yang baru saja berhasil dilewatinya.
akhirnya setelah beberapa lantai, bino pun menemukan ruang yang cukup untuk menitipkan picantonya,
sambil mengunci mobilnya dan terus menggerutu ia pun bergegas melangkah pergi, namun ia baru sadar kalau ternyata ia memarkir mobilnya tepat di lantai paling atas gedung parkir, keadaannya begitu sepi dan tak terlihat adanya tanda-tanda kehidupan, hanya ada beberapa mobil butut berdebu..
“anjing!, mana pintu masuknya?” suasana kalut menyelimuti pikiran bino, serasa ingin berlari namun ia tahu kalau itu tak mungkin…akhirnya dengan langkah setengah berlari ia pun lantas menelusuri tanda keluar yang terpampang kurang lebih 100 meter didepannya..
“masak mau masuk aja mesti turun 1 lantai dulu sih? mana ga ada tangganya juga…” keringat dingin mengucur deras di pelipis bino yang terpaksa harus mencari pintu masuk 1 lantai dibawah ia memarkir mobilnya, itupun harus turun melalui jalan parkir mobil, karena ia tidak menemukan tangga turun yang lazim..
“aaarrrrgghhh……” sambil terus setengah berlari bino membuka pintu mall dengan perlahan, hembusan angin dingin langsung menusuk kesekujur tubuhnya, keramaian yang biasa terjadi di mall semakin menjadikan kondisi panik tak terkendali. Semua orang terlihat bergerak sangat lambat, mereka seakan tak sadar bahwa ada satu orang diantara seribu dari mereka baru saja masuk dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan, “pak..bu.. tolong saya!!” kalau saja teriakan itu mampu diteriakkan oleh bino mungkin keadaannya akan berbeda, namun bino lebih memilih untuk diam dan mencari bantuan kepada dirinya sendiri..
setelah beberapa menit yang penuh perjuangan, bino pun akhirnya menemukan sesuatu yang sudah sangat ia idam-idamkan sejak berada di kampus tadi, lantas saja tanpa dikomando bino segera membulatkan tekad untuk segera berlari menghampirinya..
“aaaaaaarrrrrgghh….!!!” beberapa detik lagi ia akan sampai disana, namun tiba-tiba terdengar teriakan seseorang dibelakangnya..

“mas!!, bayar dulu…!!”,
“nanti saja, udah ga tahan nih…!!” dengan cueknya bino pun langsung ngeloyor masuk ke dalam toilet.

Advertisements

8 responses to this post.

  1. hahahaha…..mmmm…eehhh…starting point-nya bagus banget rie. ending-nya juga konjol..wakakakakaka

    Reply

  2. Flash!
    Flash!
    Flash!
    Flash!
    Cooollll!!!

    Reply

  3. gila, aku kirain thriller gitu, action ato horor, ternyata, horrorrrr… 😀

    Reply

  4. Rie…
    Aku juga latihan mbikin…
    cek aja blog-ku yang ini:
    http://the-lamp-post.blogspot.com/2007/01/debut-flash.html

    Reply

  5. ini kamu tah?
    riBINO utomo?
    makanya kalo “butuh pertolongan” ga usah pake jauh2 ke mall…
    huehehehe…

    Reply

  6. Posted by eLCe on January 16, 2007 at 6:51 am

    ealahhh

    ending nya itu loh,..
    kok nge-ri** ?
    terinspirasi itu yach…

    piss, no offense 😀

    Reply

  7. maksudnya temen seangkatanku itu nge-rile 😀

    Reply

  8. beh… mosok rile itu = … :p

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: