last.

..”BUZZ” gaimku berkedip, sebuah nama muncul disana..
“rani”, senyumku mengembang didalam hati,
entah sudah berapa lama kita saling mengenal..bahkan kalaupun dipikir, aku sudah lupa kapan pertama kali aku berkenalan dengannya
semua tiba-tiba begitu saja terjadi, tanpa awal..
“haluw ge!..”, sapanya yg renyah langsung terbayang didepan mataku..siapa yang kira, ketika semua orang memandangnya sebagai cewek biasa, namun aku..wage, mampu menangkap segala keindahan yang terpancar dalam dirinya..

“hi ran!, tumben pagi2 sudah online? “, wajah rani terbayang jelas di depan monitorku.
pagi itu pun masih sama seperti pagi-pagi sebelumnya, kita selalu ngobrolkan hal-hal yang sebenarnya boleh dibilang kurang penting, namun buatku hal-hal seperti inilah yang membuatku bersemangat setiap hari, dan sampai saat ini mungkin sudah terhitung hampir 3 tahun aku berada disekitarnya, mengamati tingkah lakunya yang lucu membuatku tertawa geli ketika mengingatnya, melihat dia selalu tenang menghadapi masalah membuatku semakin kagum padanya,,
“ah..jd pingin denger suaranya”, segera kuambil handphoneku..

..tuuutt…ttuuuutt…nada sambung tersambung..
klik,,
“halo ran! maap nih malah telpon..ngga ngganggu kan?”, sapaku singkat..
“oalah, gpp kok..ada apa ge?, balasnya

“itu..,,nanti temenin nyari buku yuk?”, ajakku penuh semangat
“Oo..boleh2, jam berapa? , rani menjawab ajakanku.
“jam 11, ketemuan di halte TK Kencana ya!”, aku sengaja mengajaknya bertemu disana, karena halte tersebut letaknya tak jauh dari rumahnya.
….
“Oiya..jangan lupa bawain es krim yg rasa durian”, kutahu rani selalu menyimpan persediaan eskrim bungkus di kulkasnya..
“beresss..” jawabnya sambil kudengar ia tertawa kecil.

siapa sangka,, sekelumit paruhan waktuku di hari itu terlahir sangatlah indah..
dan kini waktu itu pula lah yang hilang secepat cahaya bersama langkahku siang itu menujunya, ketika pandangku baru melihat damai dirinya di kejauhan, bahkan belum sempat ku ucap satu kata pun padanya..beberapa awan kapas putih bergumpal lembut mendekatiku, hingga mendadak kalut..suara bising bertaburan..dan terdengar hentakan begitu keras, saat itulah kulihat tepat dibawah kakiku,..
..
aku terbujur kaku bermandikan merah.

Advertisements

6 responses to this post.

  1. Damn!
    Why your stories is so dark and about death?
    Aaaarrgghh!!!!

    Reply

  2. merah? lagi pendarahan habis keguguran melahirkan ya? 😛

    Reply

  3. mantap gan!

    ijo-ijo nyusul. =))

    Reply

  4. ya elah, bingung neh critanya ttg apaan

    kok dibikin mandek ditengah2 gini, 😦
    mo penasaran juga nanggung, ngk penasaran jg nanggung

    Reply

  5. Huahaha
    Akhirnya.. Apdet jugak
    Masio gak jelas see :mrgreen:

    Reply

  6. apaan sih nih gak jelas banget! *tabokin rie* 😈

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: